Perkuat Literasi Pedagogi, KKG MI Ma’arif NU Larangan adakan Bimtek Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta

 


Sitanggal - Kelompok Kerja Guru (KKG) MI Ma’arif Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, mengambil langkah progresif dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di MI Ta’alumusyibyan, Sitanggal.

Kegiatan yang diikuti oleh para guru MI se-Kecamatan Larangan yang berjumlah 170an ini dipandu oleh Ibu Nurul Hidayah, S.Pd. Suasana khidmat menyelimuti pembukaan acara saat seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars MI, dan Mars Ma’arif yang dipimpin oleh Ibu Mujajiroh, S.Pd.I.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, H. M. Aqso, M.Ag, Pengawas MI Kecamatan Larangan sekaligus menjadi pemateri dalam acara ini Drs. Mohammad Tamrin, M.Pd dan H. Abdul Rosid, M.Pd, dan para kepala madrasah MI Ma’arif NU Kec. Larangan.


Ketua KKG MI Ma’arif NU Larangan, Achmad Munawir, S.Pd.I  dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kemajuan madrasah di bawah naungan Nahdlatul Ulama sangat bergantung pada semangat belajar para gurunya. “Ma’arif insya Allah akan selalu eksis dan maju karena dukungan Bapak/Ibu semua. Mari kita bersinergi dan bergerak bersama untuk memajukan MI Ma’arif NU di Kecamatan Larangan,” ajak Munawir.

Senada dengan itu, Bapak Akhmad Amin Mustofa, S.Pd.I, M.Pd menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan langkah estafet atau tindak lanjut setelah para Kepala Madrasah mengikuti Bimtek serupa yang diselenggarakan oleh KKMI Kabupaten Brebes beberapa waktu lalu.

Hadir memberikan pengarahan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes H. M. Aqso, M.Ag,  menekankan pentingnya bagi setiap pendidik untuk memegang teguh amanah kepemimpinan. Ia mengingatkan bahwa setiap jenjang jabatan, mulai dari Kepala Kantor, Pengawas, hingga Kepala Madrasah, memiliki tanggung jawab moral di hadapan Allah SWT. “Setiap kita adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyyatihi” tegas H. Aqsho mengutip hadits Rasulullah SAW.

Lebih lanjut, ia berpesan agar para guru Ma’arif tetap menjaga marwah madrasah dengan mengedepankan adab dalam mengajar, merujuk pada tuntunan Kitab Ta’limul Muta’allim. Guru tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tapi juga harus menjadi teladan akhlak bagi peserta didiknya.
“Jaga nama baik Madrasah dan Ma’arif NU. Kita harus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari tindakan perundungan (bullying). Ciptakanlah madrasah yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak kita,” imbuhnya.

Acara Bimtek Pembelajaran Mendalam dan KBC ini dibuka secara resmi oleh beliau dengan pembacaan Suratul Fatihah. Besar harapan, kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas administratif, melainkan menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi para guru dalam mencetak generasi shalih-shalihah yang berhaluan Ahlu Sunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Semoga melalui Kurikulum Berbasis Cinta ini, madrasah-madrasah di bawah naungan LP Ma'arif NU Larangan semakin dicintai masyarakat dan melahirkan kader-kader bangsa yang unggul secara intelektual namun tetap rendah hati secara spiritual.

Pewarta: (Hasanudin, S.Pd.I) Editor: (Muhammad Ali Masruri, S.Pd)




Dokumen selama kegiatan dapat di lihat pada link di bawah ini :
https://drive.google.com/drive/folders/1pgBfT_BIIT0X1sX5BC7LdXhHQ4vXu9BX?hl=id 





0 Komentar